confession n0.2

Sesaat aku merasa lelah dengan senyum palsuku beberapa tahun terakhir ini

Akupun merasa bosan dengan sosok tegar yang selalu menutupi kata hati

kau yang selalu hadir dengan caramu

Kau selalu bisa mengerti dan mengenalku dari pandanganmu

kau yang pernah membiarkan dia masuk tapi tak mengizinkan dia mengambil tempatmu

Kau selalu bisa membaca isi pikiranku dengan pikirmu

Marahmu membuatku takjub

Kau selalu bisa menegur salahku, bukan mengiyakan dengan alasan mengerti

Kau juga mengarahkan jalanku, bukan membiarkannya lurus hanya untuk mencari jalan aman

Kau yang selalu ingin agar aku melakukan hal baru dan berbeda

Kau yang membuka mataku tuk belajar mengenal siapa aku

Kau yang paling tau kelemahan yang menjadi sifat burukku

Kau yang selalu bisa membuatku diam ketika kau berucap

Kau yang membuatku mencoba tuk lebih terbuka kepada diri sendiri

Kau yang pernah membuatku terpuruk seketika tp itu yg membuatku belajar tuk menerima dan ikhlas bukan berharap.

Dan kau pun pernah mejadi perantara yang menuntunku tuk selalu dekat dengan-Nya

Ya, itulah yang membuat kau lebih dari dia ataupun mereka

Kau, bukan nama atau fisik itu

bukan pula sosok atau tampak itu

tapi kau pada HATImu

Kau yang pernah ada,

Kau yang masih ada

Dan kau yang aku harap akan selalu ada, meski tak nyata

Karena hadirmu

Seperti janjimu

hanya dalam bentuk Cinta

dan cinta hanya untuk kau yang mencintai TUHANKU

One Response to “confession n0.2”

  1. mantapp….
    ternyata dikau puitis sekali ya wie’
    bersama dwi saya melihat tulisan ini (dwi tadi sementara ceting, tiba-tiba dia nyelutuk,..”ternyata wiwi puitis, wiwi temanku..”

    semangat wie…
    asah terus gaya menulis ta’
    saya bisa merasakan aura penulis itu….

Leave a Reply