confession n0.2
Sesaat aku merasa lelah dengan senyum palsuku beberapa tahun terakhir ini
Akupun merasa bosan dengan sosok tegar yang selalu menutupi kata hati
kau yang selalu hadir dengan caramu
Kau selalu bisa mengerti dan mengenalku dari pandanganmu
kau yang pernah membiarkan dia masuk tapi tak mengizinkan dia mengambil tempatmu
Kau selalu bisa membaca isi pikiranku dengan pikirmu
Marahmu membuatku takjub
Kau selalu bisa menegur salahku, bukan mengiyakan dengan alasan mengerti
Kau juga mengarahkan jalanku, bukan membiarkannya lurus hanya untuk mencari jalan aman
Kau yang selalu ingin agar aku melakukan hal baru dan berbeda
Kau yang membuka mataku tuk belajar mengenal siapa aku
Kau yang paling tau kelemahan yang menjadi sifat burukku
Kau yang selalu bisa membuatku diam ketika kau berucap
Kau yang membuatku mencoba tuk lebih terbuka kepada diri sendiri
Kau yang pernah membuatku terpuruk seketika tp itu yg membuatku belajar tuk menerima dan ikhlas bukan berharap.
Dan kau pun pernah mejadi perantara yang menuntunku tuk selalu dekat dengan-Nya
Ya, itulah yang membuat kau lebih dari dia ataupun mereka
Kau, bukan nama atau fisik itu
bukan pula sosok atau tampak itu
tapi kau pada HATImu
Kau yang pernah ada,
Kau yang masih ada
Dan kau yang aku harap akan selalu ada, meski tak nyata
Karena hadirmu
Seperti janjimu
hanya dalam bentuk Cinta
dan cinta hanya untuk kau yang mencintai TUHANKU
October 6, 2008 at 11:46 am
mantapp….
ternyata dikau puitis sekali ya wie’
bersama dwi saya melihat tulisan ini (dwi tadi sementara ceting, tiba-tiba dia nyelutuk,..”ternyata wiwi puitis, wiwi temanku..”
semangat wie…
asah terus gaya menulis ta’
saya bisa merasakan aura penulis itu….