Archive for May, 2009

duapuluhduamei02:09

Posted in Uncategorized on May 27, 2009 by sucksick86

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..Aku berbaring di tempat tidur beberapa menit kemudian,  menyerah saat kepedihan itu akhirnya muncul.

Hal ini benar-benar melumpuhkan, sensasi bahwa sebuah lubang besar menganga di dadaku, merenggut semua organ dan meninggalkan bekas luka yg masih tetap berdenyut nyeri meski waktu terus berjalan. Secara rasional aku tahu paru2ku masih utuh, namun aku megap-megap menghisap udara dan kepalaku berputar seolah-olah segenap usahaku sia-sia. Jantungku pasti juga masih berdetak, tapi aku tidak bisa mendengar detaknya di telingaku, tanganku terasa biru kedinginan. Aku meringkuk seperti bayi memeluk dada seperti memegang diriku agar tidak hancur berantakan. Aku berusaha menggapai perasaan kelu dan lumpuh, penyangkalanku, tapi perasaan itu meninggalkanku.

Meski begitu, kudapati bahwa ternyata aku bisa bertahan. Aku sadar, aku merasakan kepedihan itu-perasaan kehilangan yang terpancar keluar dari dadaku, mengirimkan gelombang kesakitan yang menghancurkan ke kaki, tangn dan kepalaku-tapi semua itu bisa kutahan. Aku bs melewatinya. Walaupun rasanya kepedihan itu tidak melemah seiring berjalannya waktu, tapi aku menjadi semakin kuat menahannya.

Apapun yg terjadi malam ini dan apapun penyebabnya, itu telah membangunkanku.

Untuk pertama kali dalam kurun waktu lama, aku tidak tahu harus mengharapkan apa esok pagi……

Aku bertanya-tanya berapa lama ini akan berlangsung. mungkin suatu saat nanti, beberapa tahun dari sekarang bila kepedihan itu mereda hingga ke tahap aku harus menanggungnya, aku akan bisa mengenang kembali beberapa bulan pendek yang akan selalu menjadi masa-masa terindah dalam hidupku. Dan jika kepedihan ini bisa cukup mereda hingga membuatku bisa berbuat begitu, aku yakin bisa merasa brsyukur atas waktu yang pernah ia berikan padaku. Lebih dari yang kuminta, lebih dari yang pantas kuterima. Mungkin suatu saat nanti aku bs melihatnya seperti itu.  (new moon)

hanya satu permintaan..

Posted in Uncategorized on May 16, 2009 by sucksick86

fiuhh…

22th..11bln..16hr.. berlalu dengan penuh makna. Suka-duka, Tawa-tangis, datang-pergi, kebahagiaan-kesedihan terlewati dan menyimpan banyak kenangan.

6hr yg kutunggu akan segera berlalu dan aku masih menunggu yg entah apa tp aku tahu itu apa karena aku pernah mendapatkannya dulu walaupun itu hanya sekali…

apa iya itu akan ada? 

apa aku masih diberi kesempatan tuk mendengarnya?

apa ingatan tentang itu akan ada lg?

apa itu akan aku dapat darinya?

sebuah ucapan yang kuterima 3th lalu dari dia…

sebuah ucapan yg bisa ku dengar langsung dari suaranya, meski itu hanya suara…

hanya itu bukan yg lain…

dan hanya ini yg aku minta…

hanya satu permintaan “sebuah ucapan” dan itu darimu…

Antara Kau, dia dan mereka

Posted in Uncategorized on May 16, 2009 by sucksick86

 

Aku duduk di sebuah café  sambil membaca “The Book of Lost things”  di temani secangkir Tiramisu Latte  walaupun sebenarnya aku lebih suka dengan Hot Cappuccino. Derasnya hujan pada saat itu membuatku sulit untuk pulang sehingga aku menunggunya hingga reda.

Sesaat percakapan seorang pria dan wanita di sampingku sepertinya menarik untuk disimak. Wanita itu berbaju pink dan yang pria berbaju biru. Pria itu datang sekitar 10 mnt setelah wanita itu. Tidak bermaksud untuk menguping, tapi jarak keduanya yang begitu dekat denganku membuat apa yang mereka bicarakan terdengar dengan sendirinya.

Sangat jelas kudengar ketika pria itu bertanya mengenai perubahan sikap wanita yang sedang duduk dihadapannya.

 “Sulit untuk memulai ketika akan melakukan suatu sikap perubahan, seperti yg kau tunjukkan belakangan ini. Aku tak berdaya, dan kamu telah tahu akan diamku, demikian juga denganmu.

Diamku memberikan banyak arti,dan satu makna dari berbagai makna, diamku adalah kesetianku akan cahaya dirimu.”

 Wanita di hadapannya hanya diam menyimak setiap kalimat yang diucapkan lelaki itu. Beberapa saat mereka tampak diam tanpa komunikasi hanya saling menatap dalam keheningan yang membalut mereka.

 ”Maaf”

 Suara yang memecahkan keheningan diantara mereka dan menjadi kalimat pertama yang diucapkan wanita itu setelah hampir setengah jam mereka duduk di meja hijau dengan angka 7 yang tertulis di ujung kiri meja tersebut.

Tidak Jauh dari mereka, tepatnya di meja no.9 duduk seorang pria berbaju merah yang datang lebih awal dari mereka. Sama sepertiku pria itu juga terlihat tengah menyimak apa yang sedang mereka bicarakan tapi anehnya dia tidak sedang melihat kearah keduanya tapi lebih  memandang kearah wanitanya saja.

Ya, sepertinya mereka memang saling mengenal karena ketika wanita itu datang mereka saling bertegur sapa layaknya teman lama yang sudah lama berpisah. Mereka sempat duduk di meja yang sama sampai akhirnya si wanita tadi pindah ke meja lain tepat di sampingku yang ternyata sebelumnya sudah di pesan atas nama seorang pria ketika seorang pelayan mempersilahkannya duduk di situ.

Tidak lama terdengar suara serak yang keluar dari pria yang tertunduk sesaat setelah wanita itu mengucapkan kata “maaf” di hadapannya

 “Lihatlah, aku mulai membangun wadah untuk mengumpulkan cahayamu dan juga aku mulai membuka jalan itu. Ini semua kulakukan agar dapat kunikmati indahnya cahayamu. Namun entah mengapa ketika wadah itu telah kubuat, cahaya keindahanmu yang kudapatkan mulai berkurang

 Jujur aku sendiri tidak terlalu mengerti dengan apa yang dia ucapkan, tapi tentu saja itu tidak penting karena yang penting di sini adalah terlihat wanita di hadapannya menyimak dan mengerti setiap kata dari kalimat yang pria itu ucapkan

 “Aku hanya mencoba melangkah di jalan yang terbentang di hadapanku. Jalan yang memang harus kulalui karena itu menjadi kehendak dan ketentuan-Nya. Aku terus berjalan ke depan dan entah kenapa langkahku sempat terhenti dan aku berbalik memandang ke belakang ke arah yang telah kulalui jauh sebelumnya tanpa aku harus berjalan mundur atau kembali kebelakang karena aku tahu jalan yang ada di hadapanku masih terbentang luas dan aku akan terus berjalan ke depan selagi aku masih diberi waktu untuk melewawatinya. Ya, Hanya itu ….

 Terdengar lembut kalimat yang di ucapkan si wanita. Suasana tersebut menjadi tontonan menarik dengan backsound lagu dari “Splender_I think god can explain  yang di putar setelah lagu “The Script_tHe man who can’t be moved”. Wanita itu terus menatap pria yang ada di hadapannya dan sesaat tatapannya beralih ke pria berbaju merah yang dari tadi menatap dan melempar senyum ke arahnya. Beberapa detik sebelum ia membalas senyuman itu tatapannya beralih lagi ke arah wanita yang baru saja tiba dan langsung duduk tepat di kursi yang tadi dia duduki di meja no. 9 tempat pria berbaju merah itu duduk hampir satu jam yang hanya sibuk dengan fogging tembakau,  secangkir kopi dan kentang goreng serta laptop di depannya sambil sesekali melemparkan pandangan ke arah jam 10 lebih tepatnya lagi ke arah wanita berbaju pink di sampingku. Aku melihatnya dengan sangat jelas karena pria berbaju merah itu mejanya tepat di depan mejaku dan arah duduk kami berhadapan hanya terpisah dua meja dan dua kursi di hadapan kami. Tatapannya sangat jelas hanya tertuju pada wanita di sampingku sampai akhirnya dia berpaling pada wanita cantik yang baru saja tiba dan duduk tepat di hadapannya. Wanita berbaju pink itu tersenyum pada mereka walaupun ia sadar keduanya tengah sibuk di dunia mereka tapi ia tetap ingin  memberi senyuman itu lalu akhirnya kembali memandang ke arah yang lebih nyata di hadapannya. Pria berbaju biru menatapnya sambil tersenyum

 “Bagaimana dengan dirimu, apakah kamu juga membuat wadah untuk menikmati terangnya cahaya pada galaxyku…?. Bila dirimu sama dengan cara yang telah kulakukan akan kubuat wadah khusus lagi, dan bilapun itu tidak…. Keindahan cahayamu akan tetap kusimpan dan kunikmati pada wadah yang kuat dan tersimpan pada setiap perputaran galaxymu”.

 Ku dengar pria itu kembali berbicara padanya dan dia tertunduk beberapa detik lalu kembali menatap pria berbaju biru tanpa ekspresi

 “Aku menjalani  apa yang telah di tentukan-Nya untukku, ketika aku dihadapkan pada sesuatu bagaimanapun aku ingin jika Dia tdk berkehendak  sekuat apapun aku mencoba aku takkan dimampukan begitupun sebaliknya ketika itu memang akan terjadi maka terjadilah….

 Kata wanita berbaju pink lalu kemudian tersenyum….

to be continue……

Dan bulan pun menatap langkahnya

Posted in Uncategorized on May 16, 2009 by sucksick86

Hentakan langkah kakinya

Perlahan

dia terus berjalan

cahaya bulan senantiasa menerangi langkahnya

dia tampak siaga saat awan mencoba menutupi cahaya itu

Dia hanya tak ingin cahaya yang menyinari beranjak dari langkahnya

Karena dia merasa ketika bulan menatapnya dia yang entah siapa juga menatapnya

Dan rasa itu selalu membuatnya tersenyum

Langkahnya melambat seakan dia tak ingin segera sampai ditujuan

Dia masih ingin terus menikmati tatapan itu

Sesaat langkahnya terhenti saat ruang fikirnya mencoba bergerak mundur

dan hatinya ikut berbicara

“Ajaibnya sang waktu, hari kemarin yang terlalui begitu saja lambat laun bisa menjelma menjadi kenangan, menjadi nostalgia romantik yang tak ingin dilupakan. Lalu apa yang kita ingat dari kenangan2 yang pernah hadir dari hidup kita, rasa senang, sedih akan selalu kita bawa tanpa pernah tercecer di sepanjang hidup kita dan semakin kita dewasa diantara kenangan-kenangan tersebut ada satu rasa yang selalu kita bawa. Rasa yang tak terlihat oleh mata, tak teraba oleh tangan tapi dia ada bahkan sejak di awal kita hadir di dunia. Rasa yang sederhana namun penuh daya cipta, tak dapat diabaikan dan ditolak kehadirannya. Rasa yang sejati, rasa yang kita kira sudah pergi ternyata cuma sembunyi tuk suatu saat kembali lagi….”

 dan rasa itu adalah anugerah-Nya