Hujan sore tadi seakan membasahi ladang kering yang terhampar di hadapan. Hanya tetesan kecil dan rintik sesaat tapi sangat menyejukkan, setidaknya itu cukup!
Membayangkan diriku berada di tengah-tengah menikmati rintik hujan. Membiarkannya membasuh wajahku dengan tiap tetesan mungilnya. Mengarahkan pandanganku ke langit yang tak lagi biru sambil terus membuka mata dan merasakan kehangatan yang mulai menyelimuti pelupuk mataku. Kehangatan yang perlahan mengalir bersama tetesan rintik hujan dan membiarkannya jatuh lalu menyatu dengan kelembapan tanah yang ku pijak.
hembusan angin mulai mengusik membawa satu nama dan terus saja berbisik. Sebuah nama yang sudah tidak pernah lagi kusebutkan di hadapan mereka tapi ternyata tetap ada dan masih dengan nama yang sama. Sesuatu yang kubiarkan menjauh secara perlahan dan berharap suatu saat nanti tidak akan meninggalkan bekas setitikpun bahkan seakan tidak pernah ada
dan aku masih bertanya mengapa nama itu?