Beauty Case
first:
Pernah membaca hal menarik tentang kecantikan:
“Beauty is filthy rich. Our society is still the same old capitalist society which is makng woman’s beauty has value on the open market, where the most beautifull girl get the richest man.”
(Franz Lebowitz, Beauty is Filthy Rich, What is Beauty?
Apa kita pernah berpikir, mungkin sebetulnya dunia ini adalah ajang kontes kecantikan yang sebenarnya buat kita, para perempuan. Kita bersaing tuk mNdptkn hadiah utama yg slalu diidamkan: Our Prince Charming-who gets all of us to think about the ‘Live-happily-ever-after’ ending just like in fairy tale.
But 2 win d contest, is it d end, finally, only matter of beauty? Is it still d same world we used to live in decades before, where beauty RULES among other qualities?
Is it always like what franz lebowitz said?
The most beauty girl gets d best n d most qualified man a.k.a d most ELIGIBLE man?
Does beauTy still rule?
Second:
We’ve always been told 2 be and 2 alwayS look niCe, beaUtifuL.
We recognice and learn that beautY is anotheR form of poWer.
Well, it is. Beauty is power. Just like sex, beaUty has stroNg influens 2 get people addicted in soMe ways
Hal ini seperti kombinasi ‘d richest girl’, atau dalam beberapa kasus penyakit laki-laki punya istri muda/simpanan after they make more money, more powerful.
Bcoz life basiCaLLy is aboUt exchanging power.
Just like in politics.
From money to money,From power 2 money,
From money 2 beauty, from power 2 beauty,
N so on..
Tp zaman sdh brubah. Kita mulai cerdas krn kesemptn bljr jg lbih terbuka untuk perempuan, jd bs lbih mandiri scra finansial n psikologis. Seperti yg bxk kita lihat cowok jg berubah lebih dandy…. Lebih ‘cantik’, lebih merawat diri, dsb….
Questions:
Galz, 2 have a good bargaining position in every ‘exchange of power’ in life-to get what we want n 2 survive in this world… what is our biggest strength?
Does beauty still rule?
Have we change?
Third
Beauty=Perfection?
“This girl is lovely. She’s so beautiful , rich, popular, n definitelyadorabler. I dislike her 4 a reason. She made me learn that beauty could be harmfully intimidating, especially if we can’t keep up 2 its standards.
From time 2 time, beauty-woman’s beauty-always has it’s own standards. What’s in n out. If we are lucky enough 2 be born n growing up at d perfect time, we might have all those qualities 2 be considered beautyful.
But d thing is, luckyor not, we always get into it. To its standards
We try to loose our weight, whitening our skin, straightening our hair, buying stuff we don’t really need, spend lots of money on make up, anti-acne cosmetics, anti-aging cream, parfumes, clothes, shoea n bags, do some painful things such as facial, waxing n so on…
What’s that all about?
Just 2 spoil our urge. Our nature?
To fit profile?
To fit d picture perfect?
To be more beautiful?
And finally, 2 get us d finest man- in order 2 prove that we are beautiful?
Do we still do that?
Do we need reasons 2 be beautiful?
Do we need 2 be considered beautiful?
Fourth
“Apa, sih bagusnya dia?! Cantikx di mana, sih? Tampangx biasa banget. Modalx Cuma krn dia putih n tajir. Lihat ya, iteman dikit aja, udah, deh… pembokat. Kok bs2x, sih dia dinobatin jd cw trcantik di sekolah kita?”
Celetuk gemas seorang cw yg melihat rivalx, yg berkulit seputih n sekinclong kemeja putih yg bru dicuci di iklan sabun cuci, dalam stelan bermerk serba wah n chic yg ternyata berhasil menggaet cowak impian
Pernah ada di posisi itu? Been there, done that?
Later, from that story, it make sure that beauty isn’t 2+2=4, it is relative. Not only in the eyes of d beholder, it’s more like: in d eyes of d beholderS. iT called: ‘socially beautiful
Because sometimes, when we talk abouT beauTy, it almost d same as OSCAR. Not only it has 2 fit its standards, but it’s also simply about what other people around us really..really…Like 2 fit their standards n image about beauty.
Sometimes what really matters, what really rules, is what other people think. About
Fifth
Being beautiful is both of curse and blessing.
It’s in our nature to worship beauty, get addicted by it, becoming a beauty junkie.
But also, it’s in our nature to find d great equaliser.
Something like:
If someone look good, there;s got t be somethink wrong with her/him
(quoting Raquel Welch ‘what is beauty?’)
So, walaupunu kadang2 kita suka melihat model-model jelita berpose dengan cantiknya dalam baju2 menakjubkan yang sebetulnya sih Cuma kelihatan bagus karena mereka yang pakai, kita kadang cemburu dan sebal karena mereka mengintimidasi kita, for not having the perfect body, the perfect hair, perfect size, teeth-for every lil’ thing that we are not. Lalu kita akan memasang stereotipe seolah-olah mereka gak punya otak, Cuma gara2 mereka kelihatan hebat dan sempurna.
We try to find our great equalizer.
Why…?
First of all, bcoz it hurts 2 know whwn u lose ‘the real beauty contest’ to someone more beautiful. And it spreads to be unpleasant intimidating feelings of ‘everything-in-me-is-wrong’.
Then…
Bcoz it feels gud.
Bcoz we can.(Nickelodeon)
Bcoz sometimes, d only way to make us feel gud bout ourselves is 2 make other look bad. (Homer Simpson
Does it make us feel good in d end?
If u had a provilage 2 make ur self so damn beautuful, stunning like models or superstars, but then u have 2 live d rest o ur life making other people jealous n think u’r brain-lack, n only see u for ur beauty, making u as their trophy, would u have it?
Would you?
Sixth
Salah satu joke dari film Murder of Crows-nya Cuba Gooding, Jr:
Adam : “Tuhan mengapa kau ciptakan Eve begiiituuu… cantik, dan begiiituu… indah?”
Tuhan : “Ya supaya kamu bisa mencintainya, Adam.”
Adam : “Tapi tuhan, kenapa kau menciptakan Eve begitu bodoh?”
Tuhan : “Ya… ya supaya dia bisa mencintaimu, Adam!”
Heuheuheu…. Mungkin kamu akan berpikir’kurang ajar…Enak aja, kita dibilang bodoh’. But look at d bright side, kita konon… “dibuat” bodoh supaya bisa mencintai seorang “Adam”, kan
Beberapa cowok ada yang pernah bilang kalau menurut dia, laki2 adalah makhluk visual, jadi kecantikan seorang perempuan itu adalah faktor penting untuk membuat mereka jatuh cinta. Walaupun pada kahirnya dia bilang bahwa kecantikan yang dimaksud di situ lagi2 relatif menurut individu tiap laki2
Tapi dari sini kita bisa berpikir, apakah kecantikanlah yang membuat seorang perempuan dicintai pertama kali? Yang artinya semakin cantik, dia akan semakin (mudah) untuk dicintai
Lalu banyak cerita lain disekitar kita tentang betapa kecantikan membuat segala sesuatu menjadi mudah. Antrean panjang di ATM mendadak menjadi singkat lewat bantuan tak terduga, pekerjaan dan posisi tertentu, karena kecantikan membuat pemiliknya menjadi populer dsb…
Being beautiful is adventageous,
No doubt about it,
Question:
Is that way that we are dying to look n to be considered beautiful?
To make some guys fall for us?
To get us perfect job?
To make our life easier?
To take a lot of adventages?
Gals,
What’ ur excuse for becoming beautiful?
Seventh
What is beauty?
Cantik di mata cowok. Bukan suatu kesimpulan yg absolut, tp stdknya bs mewakili pemikiran kaum itu tentang kecantikan…
v Cantik itu relatif, dan jelek adalah mutlak (sounds familiar, right?)
v Cantik adalah Dian Sastro, Siti Nurhaliza, Tamara Blezinsky, n so on… yg klo kita coba cari benang merahnya adalah perempuan berbadan ramping, berkulit putih berambut panjang & berkelakuan ‘manis’
v Cantik adalah Angelina Jolie, Sophia Latjuba, mulan jameela,…. Ternyata ada juga cowok yg mengasosiasikan kecantikan dengan keseksian.
v Cantik it muda, imut, cute seperti Winona Ryder.
v Cantik itu…, pacarku dunks! Nah, kategori ini, mengasosiasikan kecantikan dengan cinta. Memperkuat bahwa beauty is (Really) in d eyes of beholder, & bahwa kecantikan itu ternyata dipengaruhi juga oleh teori relativitas.
B beberapa catatan tentang kecantikan;
ü Cantik atau kecantikan adalah masalah asosiasi, unwritten rules yg ada di kepala & akhirnya mendeskripsikan kecantikan itu sendiri. Misalnya tipikal kulit putih, rambut hitam panjang lurus, dan badan ramping yg sering mendominasi media massa kita, membuat kita percaya bahwa yg seperti itulah yg disebut cantik.
ü Beberapa pekerjaan seperti pramugari, model/peragawati, punya asosiasi yg kuat juga dgn kata cantik dan seksi.
Masalah asosiasi ini juga menjelaskan kecantikan dari sisi budaya seperti kaki kecil di Cina, telinga yg panjang di Dayak dan juga kenapa cowok2 yg lebih menyukai tipe nyaris dua dimensi ala model sementara cowok lainnya lebih menyukai badan montok berisi. Badan montok berisi berasosiasi dengan kemakmuran, sementara badan tipis ala model berasosiasi dengan keanggunan.
ü Kecantikan adlah masalah form and order, masalah bentuk dan susunan, proporsional atau tidak. Bahkan tulisan yg menyatakan bahwa semakin cantik seseorang maka semakin simetris antara muka kanan dan muka kirinya.
ü Dan, ya, kecantikan adalah sesuatu yg relatif. Karena sekalipun media invasion sedemikian kuatnya membentuk persepsi kita tentang kecantikan, kadang kita melihat kecantikan begitu berbeda dengan aturan mainstream karena banyak faktor. Mungkin faktor psikologis yg rumit dan perasaan adalah penyebabnya
Klu buat saya, cantik adalah saya! Ketika saya berfikir kLo diri saya cantik maka saya akan menjadi cantik…!!
Heu..heu…heu… (mulai deh narCizznya)
But why do we talk ab0ut this anyway?
Penting, ya, gini hari ngomong kecantikan?
Ada yg bilang bahwa ada alasan kenapa Tuhan menciptakan keindahan, termasuk kecantikan. Itu adalah masalah eksistensi, dan saya setuju.
Trying 2 find and define our own definition about beauty not only gives us a lot of new thought about many things:
About how sometimes the way we think about beauty is so cliché and typical,
How sometimes we forget to seek beauty from something unseen, forget to seek it throught feelings and emotion,
How our mind is so controlled by d media 2 define what is beauty and so on.
But d most important things, it left us with d big Question:
Am I beautiful?
Am I considered beautiful?
Well, are y0u?
Do u think people would thing that u are beautiful?
And…. Does it still matter?
Eighth
In a battlefield to win our prince charming then a ‘live-happily-ever-after’ ending, we might lose a lot.
To someone who is more beautiful,
To someone who is richer,
To someone who is popular,
To someone’s hotter,
Smarter,
Funnier,
Nicer, and so on.
Well, finding d ultimate perfect guy is almost imposible, yet trying and heartbreaking.
But do we stop? (I don’t or at least I haven’t ^,~)
Kita benci kekalahan, kan? Tapi kyknya bakal menyedihkan klo kita tdk blajar sesuatu dr hal itu:
ü Bahwa terkadang kita sering dibutakan oleh ‘kecantikan’ laki-laki (uang, kekuasaan, atau tampang dan bahkan kadang smuax ada dlm satu paket) dan merasa kita telah menemukan laki-laki hebat yg sempurna yg selama ini kita cari tanpa mempertimbangkan bahwa di balik semua itu mungkin mereka bukan yg terbaik untuk kita.
ü Waktu kita mengeluh tentang cowok-cowok yg Cuma tahu melihat fisik dr pd sifat2 & kualitas menyenangkan, mandiri, cerdas yg kita punya, kadang kta lupa bahwa kita jg sering berlaku sama terhadap mereka. Waktunya melihat lebih dari yg kita lihat…!
ü Kita tidak butuh memenangkan seorang pangeran super ganteng yg layak untuk membuktikan bahwa kita special & cantik.
ü Sebetulnya ini sebuah kompetisi yg gila…, dibutuhkan banyak keberanian, cinta, keyakinan, hati lapang & terbuka jg kebijaksanaan supaya kita bs melewati masa2 menyakitkan di ’medan pertempuran’ di mana cincin dan sumpah setia adalah hadiahnya. Padahal tdk ada label ‘satisfaction guarantee’ juga kan, skalipun kita menang. Yang artinya, cincin bs sekedar cincin, & janji tinggal janji. Gimana? ^,~
ü Pejuang Cinta sejati pastinya akan tahu kapan harus berhenti berjuang, pasrah, & mulai belajar melepaskannya.
ü We shouldn’t let anyone or anything break us down, or makes us think that we are not good enough for him, or there’s something wrong with us, simply just we aren’t d chosen one. Not easy 2 handle, but it is sure a blessing in disguise.
ü Hidup bkn Cuma soal menemukan pangeran impian, kan?
ü Fairy tales do come true. Pangeran guanteng kaya raya berjodoh dengan puteri nan cuantiq jelita yg punya segalanya. Mareka betula ada. Bukan buat bikin kita down & berpikir dunia nggak adil, tp tuk kita belajar kalau yah… that’s d way life is. Some things are just meant 2 be together.
ü Dengan semua kekalahan dan kekecewaan yg pernah kita rasa, mungkin pelajaran sesungguhnya adalah waktu kita masih bisa senyum dan bersyukur, berpikir bahwa kita sempurna apa adanya, & yakin bahwa bakalan benar2 ada prince charming kita yang sejati, yg akan berpikir seperti itu tentang kita. Dia, yg bakalan teteup bilang kita cantik & sempurna sekalipun kita sedang gosok gigi. So keep loving and die trying?
BEAUTY CASE_IR_May’07_
Thanks for iCha Rahmanti who’s inspiring me to keep loving, Luv my self…, my pretty side tanpa harus menjadi naRcissss… (masih, dikit! heuheuheu..) from her “Beauty Case”
Bahwa kecantikan itu timbul dari diri kita sendiri,
Bahwa kita cantik karena kita berpikir kita cantik. Sesering apapun orang melihat keindahan kita, berkata ‘kau cantik hari ini… dan aku suka…!’. sebagus apapun pujian orang ke kita, tp jika diri kita sendiri tidak melihat, berpikir dan menghargai kecantikan itu, sekecil dan seminim apapun itu, maka kau tidak akan pernah menjadi cantik!
Dan cantik tidak hanya karena orang berpikir tentang kamu,
Tapi jg apa yang kamu fikir tentang dirimu
Dan Cinta, ia tidak datang dari kecantikanmu,
Hanya dengan mencintai membuatmu dicintai, menghargai membuatmu dihargai dan semua menjadi begitu SEMPURNA di hadapan-Nya, Sang pemilik Cinta dan Kesempurnaan
^~wie2~^